Teacher tim : kenapa harus mereka? Karena kami secara umum punya kesamaan “waktu dan isi kantong”.

Kesan awal : TripPackers+ kooperatif, lincah, paham dengan kami orang2 tua yg banyak “maunye”, smart dalam membius kami, terbukti dengan rencana awal yang cuma mau ke Tokyo dan sekitarnya kok bisa beranak pinak sampai Osaka, ajaibnya kok ya masih antusias ya para travelersnya,..( dalam hati gue asli bengong…) sampai beràkhir landing dan take off dari bandara yg berbeda…Akhirnya kami juga diajarin menabung….(manut2 aja semua…) Seat plane rute malay habis, antusias pesertanya okay banget jadi nambah rute Philipine …luar biasa…

Kesan pelaksanaan : TripPackers+ berisi orang2 muda yang amanah, bisa sabar menghadapi tim besar yg notabene multikarakter dengan berbagai “gagal paham”nya,…Trik berbagi kerjaan okay juga, biar tetap dengan stamina yang full mendampingi kami, mereka gampang tidur juga setelah terlebih dulu menina bobokan kami dengan cerita2nya dalam setiap awal perjalanan, begitu cerita disudahi giliran mereka yang mapan merem nyenyak dikursi bis (lupa videoin). Dengan geretan koper masing2 turun bandara naik bis, train A, jalan train B, jalan train C jalan,…kirain dah sampai, asik sih di hari pertama, tapi gempor dan nut nut juga betis mulai hari ke-3, dan memang kurang cocok untuk traveler yang di atas usia 60 tahun, tapi luar biasa untuk peserta kami beberapa sudah di usia tersebut,…saluuut.

Walau betis nut nut lanjut juga perjalanan kami, rupanya suasana daerah yang memang baru kita kunjungi, keingintahuan kita tentang daerah tersebut dan juga suguhan2 mata yang menakjubkan diluar dugaan kita bisa melupakan rasa nut nut tadi sampai akhirnya tepar di kamar lagi.
Begitu hari berganti, stamina baru, energi baru, nut nut baru muncul saat tengah hari lagi,….cita cita dari tanah air cuma mau jalan jalan, tidak akan belanja, cuma shopping faktanya, dan ini yang banyak menyita waktu, hal ini mungkin membuat para bapak BeTe, kodrat wanitanya muncul, ga bisa disiplin waktu, jauh dengan budaya jepang yang serba ontime, (cekat ceket kata simbah) Sampai sopir bis juga marah,…dan paling sering dikomplain masalah disiplin waktu… Dampak dari itu semua siapa yang tanggung? TripPackers+… hahaha hihihi diomelin pakai bahasa jepang,…emang kita pikirin?? Kite kagak paham…rasain luuuh…belum lagi peserta tidak disiplin buang sampah di dalam bis,…tidak rapikan piring makan di restaurant,…bener2 kebiasaan ada pembokat kali yeee….dengan semua itu siapa yg ditegur?? TripPackers+,…🤣 hahaha hihihi 🤣 Susahnye ngemong kita ya mbaa….tapi mereka tetep sabaaaarrr….Kebayang ga kalo kita ditinggalin?? Dibawah kolong tanah jalur train yang ruwet itu, yang ga ada informasi bahasa inggris itu, GPS jg ga berfungsi itu….. hiks hiks hiks hihihi

Untung TripPackers+ ga sejahat itu….!
Trimakasih TripPackers+ di puncak keletihan kami, masih bisa bobo di rumah Oshin, dengan kantong doraemonnya,.. walau dengan antrian toilet dan kamar mandi umum,…padahal harus berpacu dengan waktu,..muncul solusi2 yang okay juga untuk mensiasati semua itu, sampai kami boleh mengakhiri perjalanan dengan meninggalkan rumah Oshin menuju Bandara di Osaka
Dari seluruh rangkaian perjalanan ada beberapa catatan kecil untuk TripPackers+ agar lebih mengenal tentang fasilitas yang tersedia dalam lokasi wisata tertentu dan bagaimana menggunakannya, sehingga peserta bisa lebih efisien waktu dalam menggunakannya. Contohnya tentang jinrikisha di Arashiyama.


Kesan akhir : TripPackers+ lebih update banyak baik dari pengalaman orang lain atau medsos tentang bagasi dan barang cabin, supaya ketidakpahaman kami dalam perjalanan dapat diminimalisir sehingga peserta tidak dirugikan. Thanks TripPackers+

Tetep semangat *jempol

Tetep amanah….Bekerjalah dengan semangat melayani… Sucses TripPackers+.. (@Aning&Citra)

Leave a Reply