Butiran doa doa sepanjang usia muda akhirnya terangkai juga menjadi untaian perjalanan umroh yang bersahaja. Janji hati untuk bisa ibadah di Tanah Suci sebelum usia 40 tahun, DIA kabulkan dengan cara-NYA. Alhamdulillaah, terimakasih yaa Rabb Semesta Alam. DIa yang membuka jalan dan melancarkannya juga semoga selalu memberkahi di jalan-NYA. Hingga kini dan nanti seterusnya, sepanjang hayat sehembus nafas.

Selama 7 hari butiran doa menyatu dengan buliran air mata di Tanah Suci. Dua masjid agung di Tanah Haram, plus di tambah hari kunjungan ke satu masjid bersejarah di Tanah Palestina yang dijanjikan. Tiada henti hati ini bertakbir tahmid tahlil, atas segala kuasa dan mukjizatnya. Untuk segala pertolongan dan kekuatan yang dilimpahkan-NYA. Allaahu Rahman, My Greatest of All !

Kemudahan datang saat berkenalan dengan Fauzan Shiddiq, senior Tour Leader yang memberi informasi untuk gabung dengan Indonesian Tour Leader Association, dan memperkenalkan umroh backpacker yang sudah lama ku incar untuk ku gabung. Apalagi suamiku sudah merasakan duluan ber-umroh dengan gaya backpack yang simple bersahaja tanpa banyak embel embel urusan dunia. Meski suamiku tahun sebelumnya berangkat nge-backpack umroh nya bukan dengan komunitas Kafilah Akbar, tapi beliau sangat mendukung dan membantu juga memberi subsidi dana perjalananku. Umroh suamiku tahun 2017 menghabiskan hanya sekitar 7 jutaan, sudah termasuk tiket pesawat garuda 900ribu untuk PP yang dia dapatkan karena diskon garudamiles nya. Se-budget itu pula dia men-support ku, sisanya aku harus usaha sendiri, hehehe. Alhamdulillaah hasil dari jutaan langkah sebagai tour leader di Jepang bisa menggenapkan dana untuk perjalanan umrohku, malah saat ditawari mas fauzan untuk plus dengan middle east, tapi aku membantu sedikit kerjaan asisten tour leader, aku menyanggupi. Rezekiii ….

Maka terkirimlah dana pertama sejumlah 13 juta untuk booking semua penerbangan : Jkt – KL, Kl – Jeddah, Jeddah – Amman, Alexandria – Istanbul, Istanbul – KL, KL – Jkt

28 Maret 2018, perjalanan dari Depok – Jakarta – Tangerang menuju Kuala Lumpur, terbang bersama Malindo Air
Bermalam satu malam di KLIA, pagi nya berkumpul di depan counter Saudia Airlines

29 Maret 2018, Berangkaaat !
serunya ber-backpacker itu, semua bawaan urus sendiri, ga ada namanya handling airport. Tapi indahnya kebersamaan dan saling tolong menolong terasa hangat sepanjang perjalanan.

terbang bersama Saudia, nyamaan banget, ada tempat untuk sholatnya juga …

30 Maret 2018, malam jumat mendarat di Jeddah. Perjalanan malam menuju Madinah. Persis seperti dalam siroh Nabi Muhammad melakukan perjalanan umroh di mulai ke Madinah juga di hari Jumat. Umroh kami pas nyunnaah kaan ..

tiba di Hotel Gloria, sangat dekat dengan Gate 17, gerbangnya perempuan. Dekat juga dengan pasar dan mall, hehehe tapi aku ga banyak main ke pasar koq, alhamdulillaah wasiat dari suami ku jalankan, “jangan berlama lama di belanja, sesering mungkin berlama lama di dalam Masjid nya”

Dini hari sudah di Masjid Nabawi, sholat di pelatarannya karena pintu masjid masih terkunci rapat. Nanti saat qiyamullail jelang subuh, baru pintu itu akan di buka

Seharian di masjid Nabawi, kenalan dengan Iman, akhwat dari Jerman, dan jadi teman ngobrol selama 2 siang hari di Masjid Nabawi ini

Setelah dhuha Ke Raudhah bersama mba Anti, yang sudah beberapa kali ke sini. Kami sengaja ber-lama lama untuk masuk ke dalam nya yang penuh antrian. Hingga saatnya tinggal sedikit, karena mau waktu sholat jumat, kami bisa ber-kali kali sholat di depan rumah dan makam Rasulullaah tersebut.

Air mata rasanya ga mau berenti, maunya di situ terus mengadu kepada Allaah di hadapan manusia pilihan-NYA. Antara malu apalah diriku banyak dosa begini, tapi tiada dayaku tanpa kasih sayang Allaah dan syafaat Rasulullah. Di sini pula aku meminta dalam sujudku berderai airmata, untuk Askar bisa menyelesaikan setoran hafalan Al Qur’annya yang tinggal sisa 3 juz lagi, agar genap 30 juz !
kelak beberapa hari kemudian di Palestina, aku mendapat kabar dari ustadz nya bahwa Askar sulungku telah menyelesaikan hafalan 30 juz nya … Allahu Akbar, ALhamdulillaah !

Hari jumat ini juga berfoto foto di depan Masjid Nabawi

31 Maret, masih gentayangan di dalam masjid Nabawi, ke Raudhah lagi, bersama mba Maya dan bu Nonoy

Jalan mengitari Masjid Nabawi, ini dua kubah di atas Masjid Nabawi. Yang hijau menandakan makam beliau, yang putih menandakan tempat tinggal beliau dulu

1 April, Setelah makan siang, check out dari Madinah, menuju ke Bir Ali untuk ambil miqot ( niat untuk umroh )

tiba di Mekkah pada malam hari, setelah check in kamar, bersiap untuk ke Masjidil Harom, sholat isya dan lanjut serangkaian umroh hingga selesai, masuk di hari senin 2 April. ( umroh untuk diri sendiri )

2 April, ambil miqot lagi di Ja’ronah, lalu ke Masjidil Harom, umroh untuk bapak Miran, almarhum.
Mekkah city tour 1

Masjid Quba

Pendakian di Jabal Nur, ke Goa Hira

3 April, ambil miqot di masjid aisyah, umroh ku untuk mbah putri Amirah, almarhumah.
Mekkah city tour 2

4 April, check out dari Jeddah, menuju Amman, Yordania

Middle east tour nya :

5 – 7 April, Jordania Tour

7 – 10 April, Palestina Tour

10 – 14 April, Mesir Tour

14 – 17 April, Turkey Tour

Hope someday will be back here, with this

Wanna join our umroh? with plus plus other countries? or you want to private umroh?
feel free to fill this :

Private Trip

Tinggalkan Balasan