Trip to Jepang tg 1-7 Januari 2019, sesuatu banget deh. Gak nyangka asyiiiiiknya diluar dugaan kami. Bagaimana engga,… Awalnya kami bayangkan backpekeran di musim dingin dan pindah pindah tempat. Tapi dengan tekad yang kuat dan semangat tinggi. kami go di awal tahun 2019. Kami ketemuan di Bandara Soetta. Itulah awal kami menjalin kemistri perjalanan ini. Meski di Hongkong kami harus transit bbrp jam, kami melalui dengan senang hati, karena tour leader kami “Mba Aning”, betul-betul teman yg menyenangkan. Mba Aning membimbing kami dengan sepenuh hati. Dia tahu banget medan yg dijalaninya. Kami seperti sahabat yg sedang menikmati perjalanan bersama. Selama perjalanan Mba Aning selalu menjelaskan hal-hal yang harus kami ketahui. Kami senang berfoto, hampir setiap tempat tak ada yg kami lewati. Mba Aning dengan sabarnya mengikuti keinginan dua nenek yg sedang menikmati perjalanan ini. Kota pertama yg kami singgahi adalah Tokyo, kota yg bersih dan keren. Kami menginap di Akihabara. Hotel kapsul yg ruang tidurnya hanya berisi tempat tidur satu untuk diri sendiri saja. Ternyata tempatnya keren dan menyenangkan. Bersih. Diberi perlengkapan mandi lengkap juga dipinjami piyama buat tidur. Kamar mandinya bagus seperti di hotel umumnya. Hanya bedanya koper ditempatkan di ruang tersendiri tdk di kamar. Di Tokyo kami keliling ke Harajuku, taman Ueno, Shibuya “anjing setia”. Kami benar-benar menikmati denyutnya kota Tokyo. Hari kedua kami ke Mt Fuji buat menikmati salju. Selain Mba Aning, kami juga ditemani “Yeni Madoka” gadis jepang yg ramah dan imut. Sahabat Mba Aning ini selain ramah juga dia juga jago mengendarai mobil mengantar kami ke sana kemari. Mba Aning dan Yeni, betul betul memberi pelayanan yg baik buat kami. Dalam perjalanan menuju mt Fuji, kami mampir ke danau di kaki gunung Fuji yg pemandangannya samgat indah. Kami berempat akrab sekali. Mba Aning dan Yeni sabar melayani kami sampai puas berfoto foto. Dilanjutkan perjalanan ke desa oshin. Desa yg tenang dan unik. Meski sudah sore sempat juga kami ke Gotenba “tempat tas branded”. sebenarnya tdk ada di itinerary nya. Tapi alhamdullilah meski sebentar kami ke gotemba. Engga terasa tuh kalau kami backpaker. Kami jalan jalan gak bawa koper. Nah malamnya waktu mau ke Osaka baru kopernya dibawa pindah naik bus. Justru kami menikmati perjalanan ini. Suatu pengalaman baru yg unik dan menyenangkan. Bukan sekedar jalan jalan. Perjalanan selama 7 hari ini betul betul padat. Hampir semua tempat wisata yg sudah di kenal di osaka dan Kyoto kami datangi. Juga naik kereta cepat shinkansen. Mba Aning mengenalkannya pada kami. Kalau soal makan , kami engga terlalu ribet yg penting halal. Soal halal , Mba Aning pasti menjaganya. Kami sampai jalan berkilo kilo jalan kaki buat cari restorant halal. Wah seru banget tuh. Karena ketika restorantnya sudah ketemu eh jam makan siangnya sudah lewat. Sebelnya tuh resto gak mau lg melayani kita. Alhamdullilah Mba Aning selalu bawa rendang dan sambel. Di masjid dekat resto kami akhirnya makan nasi rendang, nikmatnya gak kalah juga. Guideku selalu punya jalan mengatasinya. Makasih Mba Aning. Alhamdullilah walau perjalanan ini memerlukan tenaga ekstra, kami dapat melaluinya dengan baik dan menyenangkan. Usia kami memang tidak muda. Sudah jadi nenek dengan satu cucu dan sahabatku punya dua cucu. Tapi karena hati kami senang, semua jadi nikmat menjalaninya. Mau deh rasanya kami jalan jalan lg ke jepang di musim panas. Kasi tau yaaa kalau ada paket murah…Terimakasih Mba Aning yg sudah mau membimbing emak emak keren seperti kami. perjalanan menyenangkan dengan seribu kenangan.
