1 Maret 2019, awal peralihan musim dingin ke musim semi di Jepang. Suhu dan cuaca masih relatif dingin, namun beberapa bunga musim semi sudah mulai bermekaran. Pada awal musim semi ini saya dipercayakan menjadi tour leader assistant untuk mendampingi perjalanan keluarga Bu Anita, dua orang anak, dan satu orang menantu beliau, juga disertai Bu Sandra, teman Aning Sensei yang juga banyak membantu saya selama perjalanan. Kebetulan pada kloter trip kali ini ada dua group keluarga berbeda, Keluarga Bu Anita dan Keluarga Bu Ajeng yang memiliki beberapa tujuan destinasi wisata yang sama, sehingga saya bisa mendapat kesempatan untuk menjelajahi Tokyo seorang diri ketika klien sedang bersama tour leader Aning Sensei.

Perjalanan saya dimulai bersama group dari Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, yang kemudian transit di Manila selama 8 jam hingga tiba di Bandara Narita, Tokyo di malam hari. Kami kemudian menuju hotel menggunakan bus menuju Tokyo station, yang kemudian di sambung menggunakan kereta hingga tiba di hotel di Ikebukuro.

Hari pertama perjalanan trip di Jepang dimulai keesokan harinya. Kedua group keluarga bersama Aning Sensei sebagai tour leader menuju Gala Yuzawa menggunakan bus. Begitupun perjalanan saya menjelajahi Tokyo dimulai pagi hari.

Tujuan pertama saya adalah Ueno Park, pada awal maret ini, belum banyak pohon sakura yang bermekaran. Namun beberapa pohon sakura di Ueno Park sudah mulai berbunga. Di hari libur dengan cuaca pagi yang cukup hangat ini banyak orang yang berolahraga atau sekedar jalan santai bersama hewan peliharaanya disini.

Setelah mengelilingi Ueno Park dengan beberapa spot terkenalnya, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Asakusa, tempat wisata yang terkenal akan budaya tradisionalnya di tengah-tengah kemajuan kota Tokyo. Berjalan santai menyusuri Nakamise dori, berbelanja berbagai pernak Pernik khas Jepang, dan mencoba beberapa street food disini.

Kemudian saya melanjutkan perjalanan ke Akihabara, pusat pop culture dan teknologi Jepang. Berkeliling Akihabara dan mengunjungi beberapa spot terkenal, seperti Donquijote Akihabara, Theater idol group AKB48, dan juga mampir untuk makan siang di restaurant Kare Jepang Halal, CoCoIchibanya. Di dekat stasiun Akihabara ini pun, saya mendapati sisi lain kota Tokyo. Di salah satu kota dengan segala kecanggihan teknologinya ini ternyata masih terdapat banyak tunawisma yang tinggal dipinggiran kolong rel kereta.

Tujuan terakhir saya pada hari ini adalah daerah Shibuya dan Harajuku. Menyusuri tempat terkenal seperti Takeshita Street yang merupakan pusat pop culture lainnya di kota Tokyo. Banyak remaja berpakaian unik dan nyetrik yang juga merupakan ikon daerah wisata ini. Memilih jalan lain untuk keluar dari Takeshita Street yang selalu padat dengan pengunjung ini, saya melewati jalan yang cukup sepi dan tenang, namun memiliki suasana yang menarik, dengan jajaran toko outfit remaja yang lucu lucu, rumah-rumah dan apartemen penduduk, dan juga café minimalis di sepanjang jalannya, mirip seperti di dorama! Sebelum kembali ke hotel di Ikebukuro, saya menyempatkan untuk mampir ke Masjid terkenal di Tokyo,yaitu Tokyo Camii. Tidak banyak orang yang saya temui di masjid tersebut, hanya beberapa orang yang mampir untuk menunaikan sholat, termasuk keluarga asal Indonesia yang ternyata juga sedang melakukan trip di Jepang.

Hari kedua, keluarga bu Anita pergi ke luar Tokyo bersama Tour Leader Bu Aning menuju Gunung Fuji. Sedangkan saya masih kembali melanjutkan penjelajahan di Tokyo. Berbeda dengan kemarin, hari ini hujan dan suhunya pun turun. Tujuan pertama saya hari ini adalah Tsukiji Fish Market yang merupakan pasar produk seafood terkenal di Tokyo.

Kemudian dilanjutkan dengan berbelanja barang barang jastip, toko yang menjadi tujuan pertama yaitu 3coins, toko serba 300 yen yang berada di dalam stasiun Ueno. Setelah menaruh barang di hotel, perburuan barang barang Jastip dilanjutkan ke daerah Shinjuku untuk mencari barang barang branded, ditemani oleh salah satu team kami yang berdomisili di kawasan Tokyo. Sebelum kembali ke penginapan, saya menyempatkan diri untuk mampir ke Shimbashi untuk membeli Halal Kibi Dango yang memang membuat saya penasaran sejak sebelum mendaratkan kaki di negri sakura. Varian rasa maccha, peach, dan original dengan kemasan yang sangat menarik ini cocok untuk oleh oleh saat kembali pulang ke Indonesia loh! Ditambah lagi logo bersertifikat halal yang memang belum banyak dimiliki produk khas Jepang. Selain dango ada juga beberapa produk halal lain yang dijual di toko dekat stasiun Shimbashi ini.

Di Hari ketiga ini, saya berkesempatan mendampingi perjalanan keluarga Bu Anita dan Bu Sandra. Sama seperti kemarin, hari ini pun hujan turun dan suhunya menjadi sangat dingin. Tapi hal itu tidak menghambat perjalanan kami. Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Ueno. Selain mengelilingi Ueno Park, kami juga menyusuri Ameyoko Market, pasar yang terletak tidak jauh dari Ueno Park dengan berbagai macam souvenir dengan brand local. Kami mampir disalah satu toko tas brand local dengan harga yang terbilang murah, dan ternyata penjaga tokonya pun menyenangkan dan bisa sedikit berbahasa Indonesia loh! Beliau bilang bahwa memang banyak touris Indonesia yang datang ke tokonya. Di toko ini pun kita bisa menawar harga, tidak seperti kebanyakan toko lainnya. Setelah berbelanja, kami mampir untuk makan siang di kedai halal Turkish Kebab, masih di kawasan Ameyoko Market.

Setelah makan siang, kami menuju kawasan Shinjuku. Kami memilih pusat perbelanjaan yang memiliki prayer room didalamnya, tepatnya di LAOX Shinjuku. Selain prayer room, tempat ini juga menjual berbagai produk bersertifikat halal dan produk muslim-friendly. Di lantai lain juga terdapat toko souvenir khas Jepang, toko elektronik, make up, dan barang branded. Selesai berbelanja, kami kembali ke hotel.

Di Hari keempat saya masih menemani keluarga Bu Anita, bedanya hari ini kami pergi bersama keluarga Bu Ajeng, suami, dan dua orang anaknya. Tujuan kami hari ini adalah Tokyo Sky Tree, Menara tertinggi di Jepang. Meskipun memilih untuk tidak menaiki observation desk, kami tetap menikmati Tokyo Sky Tree dengan berkeliling area perbelanjaannya sekaligus membeli berbagai souvenir. Selesai menjelajahi Tokyo Sky Tree, kami menuju destinasi berikutnya yaitu Asakusa. Saya bersama keluarga Bu Anita menuju Asakusa terlebih dahulu. Tiba di Asakusa, kami menyempatkan diri berfoto di salah satu spot terkenal, Gerbang Kaminarimon, walaupun tempatnya memang cukup ramai dengan orang-orang yang juga ingin berfoto disana. Kami pun meminta foto bersama warga local yang berhias dan mengenakan yukata. Kami menyusuri Nakamise Dori sekilas, dan segera menuju Narita-ya Ramen di ujung jalan. Setelah makan, kami mampir ke pertokoan di sebrang Naritaya, mencoba beberapa permainan Jepang dan melihat lihat souvenir unik sebelum kembali lagi ke Nakamise Dori, kali ini lebih santai sambil berbelanja souvenir dan street foodnya. Rencana perjalanan seharusnya berlanjut ke Odaiba, tapi karena hari sudah cukup sore dan tamu pun sudah lelah, kami memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat.

Hari kelima, hari terakhir untuk menjelajahi Jepang sebelum pulang pada keesokan harinya. Kami menuju Shibuya menggunakan kereta subway, kemudian berfoto di spot terkenal Patung Hachiko dan Shibuya Crossing Street. Kemudian kami menuju Tokyo Camii Mosque menggunakan bus. Disana kami melihat rombongan anak sekolah islam seusia TK atau awal SD yang juga sedang menunaikan sholat bersama guru mereka. Selain itu kami juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Turkish Cultural Center yang terletak tepat dibawah Tokyo Camii dan membeli beberapa souvenir khas Tokyo Camii. Setelah itu perjalanan group berlanjut ke Harajuku, sedangkan saya memiliki rute berbeda untuk berbelanja jastip-an.

Hari terakhir di Jepang, hujan turun sejak pagi, sedangakn kami harus bergegas menuju bandara. Kami memutuskan untuk menggunakan taxi hingga ke stasiun Ikebukuro dengan pertimbangan barang bawaan yang cukup banyak. Setelah itu dilanjutkan perjuangan naik kereta menuju Tokyo Station dengan koper dan tas tentengan. Di Tokyo Station kami makan siang terlebih dahulu di sebuah restaurant yang juga kami kunjungi saat pertama kali sampai di Tokyo. Setelah itu dilanjutkan dengan menggunakan bus hingga ke Narita. Setelah beres dengan imigrasi, kami masih sempat berbelanja beberapa souvenir didalam bandara. Perjalanan pun ditutuo dengan pwnerbnangan kembali ke Indonesia dengan transit di Manila selama 3 jam. Sampai jumpa lagi, Jepang!

RIZ
